5 Jam Meninggal dan Siap Dikubur, Seorang Perempuan di Ekuador Kembali Bernafas

- Editorial Team

Rabu, 14 Juni 2023 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ilustrasi peti jenazah. Foto : Freepik.Com

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID – Fenomena mati suri yang dialami Bella Montoya begitu
mengagetkan keluarga dan pelayat di Kota Ekuador, Babahoyo. Tubuh
perempuan yang telah ditempatkan di peti mati itu bergerak ketika upacara
pemakaman hendak dilaksanakan di rumah duka.

Saat itu, Bella Montoya diketahui
sedang terengah-engah. “Ibuku mulai menggerakkan tangan kirinya, membuka matanya,
mulutnya. Dia berjuang untuk bernapas,” kata Gilbert Balberan, anak Bella
Montoya.

Dari video yang beredar, Bella
Montoya terlihat terbaring dan berusaha untuk bernafas. Keluarga dan para
pelayat panik lantaran mobil ambulans yang dipanggil tak kunjung tiba. Tak
beberapa lama, tubuh Bella diangkat ke tandu oleh petugas kesehatan. Kemudian,
ia dibawa ke rumah sakit, tempatnya dirawat sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Gilbert Balberan mengatakan bahwa
sebelumnya, Bella menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena menderita
stroke.

“Ibuku menggunakan oksigen,
jantungnya stabil. Dokter mencubit tangannya dan dia bereaksi, mereka memberi
tahu saya itu bagus karena itu berarti dia bereaksi sedikit demi sedikit,”
kata dia dikutip dari surat kabar El Universo.

Balberán mengatakan bahwa ibunya dibawa ke rumah sakit
sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Kemudian, seorang dokter menyatakannya
telah meninggal dunia pada siang harinya. Surat kematian pun telah diterbitkan.

Dr Stuart Hughes, dosen senior kedokteran di Fakultas
Kedokteran Universitas Anglia Ruskin di Chelmsford mengatakan bahwa kasus yang
dialami Bella sangat jarang terjadi. Tetapi, dia menunjukkan bahwa kematian merupakan
sebuah proses.

“Kadang-kadang seseorang mungkin terlihat seperti mati,
tetapi mereka tidak benar-benar mati,” kata Hughes kepada BBC. “Pemeriksaan
yang cermat diperlukan untuk memastikan kematian.” sambung dia.

Hughes lantas menjelaskan, seseorang benar-benar dinyatakan
meninggal ketika tidak adanya respon ketika yang bersangkutan diberi penanganan
darurat.

Tanda lain, yaitu tidak adanya denyut nadi dan tidak adanya
nafas minimal satu menit. “Jika itu semua tidak ada maka bisa dikatakan
mereka sudah mati.”

Namun, ketika seseorang meninggal dalam suatu keadaan
tertentu seperti tubuh sangat dingin, maka akan sulit ditentukan. Bahkan, bagi
ahli kesehatan. “Pasien dalam kasus seperti itu akan memiliki detak
jantung yang sangat lambat dan tubuh mereka akan mati,” kata Dr Hughes.

Ia menambahkan, beberapa obat juga dapat memperlambat proses
tubuh memberikan kesan kematian. Faktor perancu seperti itu dapat terjadi jika
pemeriksaan dilakukan sepintas atau di bawah tekanan waktu.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Ekuador telah membentuk
sebuah komite untuk menyelidiki insiden yang dialami Bella Montoya. (*/waf/ofi)

 

Sumber : BBC NEWS

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo, Investasi untuk Generasi Sehat
Didampingi 11 Parpol Koalisi, Maidi-Panuntun Resmi Daftar ke KPU Kota Madiun
Silpa Hingga Rp172 Miliar, Begini Respon FGNS dan FKB DPRD Kabupaten Madiun
Tuban Diguncang Gempa 6.0 M
Bus New Shantika Terjun Bebas dari Jalan Tol di Pemalang Masuk Kejadian Berkategori Berat
Kecelakaan Kereta Api Terus Berulang, Menhub Tegaskan Aspek Keselamatan Paling Utama
Bus New Shantika Terjun Bebas dari Jalan Tol di Pemalang, Dua Meninggal di Lokasi Kejadian
Cegah Korban Saat Cuaca Ekstrem, Perhutani Tutup Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan, DPRD Madiun: Ketahanan Pangan dan Stabilitas Ekonomi Perlu Terus Dijaga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Berantas Rokok Ilegal, Petugas Gabungan Sisir Toko hingga Warung di Sirapan dan Dimong

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Kejari Kabupaten Madiun Raih Penghargaan atas Sinergi Optimalisasi Pajak Daerah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Golkar Siapkan Hari Wuryanto Dua Periode dan Bidik Kursi Ketua DPRD Kabupaten Madiun

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Dari Penggemukan Sapi hingga Layanan Publik, BUMDes Sumber Mulya Sumberbendo jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan Barang Bukti 21 Perkara

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:29 WIB

AYV Masuk Dugaan Sindikat Buzzer Hoaks, Siroojul Kahfi: Sudah Dua Tahun Bukan Karyawan Kami

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:41 WIB

76 Pelajar Pilihan Kabupaten Madiun Mulai Digembleng, 15 Hari Disiapkan untuk Kibarkan Merah Putih

Berita Terbaru