Live Streaming Debat Kesatu Pilkada Madiun Hilang, Tim Pemenangan Madiun Menyala Pertanyakan Transparansi KPU Kabupaten Madiun

- Editorial Team

Rabu, 23 Oktober 2024 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua tim pemenangan

Ketua tim pemenangan "Madiun Menyala", Dimyati, pertanyakan transparansi KPU Kabupaten Madiun usai live streaming debat kesatu Pilkada Madiun tidak bisa diakses publik, Rabu (23/10/2024).

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madiun nomor urut 1, Ahmad Dawami-Sandhika Ratna Ferryantiko (Madiun Menyala), melayangkan protes keras kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun terkait hilangnya siaran langsung Debat Kesatu Pilkada 2024 yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi KPU Kabupaten Madiun.

Ketua tim pemenangan “Madiun Menyala”, Dimyati, menyoroti masalah ini setelah link live streaming yang menayangkan debat tersebut tiba-tiba tidak bisa diakses publik pada Selasa malam (22/10/2024).

“Siaran berjalan lancar dari awal acara hingga selesai, tapi sekitar pukul 19.00 WIB, link live streaming tersebut menghilang. Akun YouTube KPU Kabupaten Madiun menjadi tidak bisa diakses. Ini hak publik untuk mengetahui secara langsung proses debat dan ribuan komentar dari masyarakat Kabupaten Madiun yang menyaksikan acara tersebut juga hilang,” jelas Dimyati kepada wartawan di posko pemenangan Madiun Menyala, yang berada di area kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun, Rabu (23/10/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Dimyati mengungkapkan bahwa kanal YouTube tersebut hingga saat ini masih diprivat oleh KPU Kabupaten Madiun, sehingga publik tidak dapat mengakses kembali siaran tersebut. Hal ini memunculkan kecurigaan terkait transparansi dari KPU Kabupaten Madiun.

“Kami mempertanyakan maksud KPU Kabupaten Madiun memprivat akun itu. Tiga jam setelahnya, video debat diunggah kembali, tapi hasilnya tidak sama dengan versi live streaming. Ada potongan sekitar 20 menit yang hilang, sehingga konten yang diunggah tidak lagi orisinal,” lanjutnya.

Tim pemenangan “Madiun Menyala” menyatakan keberatan atas tindakan KPU Kabupaten Madiun yang dinilai menghilangkan akses publik terhadap debat yang disiarkan secara langsung. Dimyati juga menyebut bahwa komentar ribuan warga Kabupaten Madiun selama siaran langsung menjadi data penting bagi tim untuk menganalisis respons publik terhadap pasangan calon.

“Kami akan meminta KPU Kabupaten Madiun membuka kembali akses live streaming tersebut agar publik bisa melihat versi utuhnya. Ini bukan hanya hak kami, tetapi juga hak publik, karena anggaran untuk kegiatan ini berasal dari publik. Ada ribuan komentar di situ yang bisa menjadi bahan kajian kami untuk memahami peta politik di masyarakat,” tegasnya.

Tim “Madiun Menyala” berencana segera mengajukan klarifikasi kepada pihak KPU Kabupaten Madiun terkait alasan teknis di balik perubahan akses tersebut. Dimyati berharap KPU Kabupaten Madiun bisa memberikan penjelasan yang masuk akal dan membuka kembali akses terhadap live streaming debat tersebut.

“Kami akan berkomunikasi dengan KPU Kabupaten Madiun untuk meminta penjelasan terkait masalah ini. Mengapa akun yang awalnya terbuka untuk publik tiba-tiba diprivat? Kami menunggu klarifikasi dari KPU Kabupaten Madiun,” pungkas Dimyati.

Hingga berita ini ditayangkan, Ketua KPU Kabupaten Madiun, Nur Anwar, belum memberikan klarifikasi terkait permasalahan ini. Pesan WhatsApp yang dikirimkan kepadanya juga belum dibalas. (ant/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Golkar Siapkan Hari Wuryanto Dua Periode dan Bidik Kursi Ketua DPRD Kabupaten Madiun
PAW, Agus Prayitno Gantikan Ali Masngudi Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun 
Purnomo Hadi Resmi Nahkodai PKB Madiun, Muhtarom Serah Terimakan Aset
PKB Madiun Punya Nahkoda Baru, dr. Purnomo Hadi Terpilih Jadi Calon Ketua Definitif
Menilik Peluang Sejumlah Nama Kandidat Ketua DPRD Magetan dari PKB
Muscab PKB Madiun: Regenerasi Mengalir, Empat Nama Disiapkan Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Muhtarom
Tolak Pilkada Tidak Langsung, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Tegaskan Sikap Tegak Lurus Konstitusi
Reses di Mojopurno, Ketua Fraksi PKS Kawal Usulan Pembangunan Pasar Desa 

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:04 WIB

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Pemkab Madiun Ajukan Perubahan Anggaran untuk Kebut Perbaikan Jalan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Rekayasa Arus Lalin Satlantas Polres Madiun Ikut Sukseskan Caruban Night Solidarity 

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Caruban Night Solidarity 2026, Pemkab Madiun Padukan Panggung Seni dan Solidaritas untuk Korban Bencana

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:30 WIB

Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Digital, Bupati Madiun Hari Wuryanto Raih Koperasi Awards 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Pendapatan Transfer Turun Rp51 Miliar, Pemkab dan DPRD Madiun Susun Skala Prioritas, Sepakati Rancangan Perubahan KUA dan PPAS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Bahana Bersahaja di Teguhan, Pemkab Madiun Bedah Lima Rumah dan Bangun Drainase

Berita Terbaru

Opini

51 Miliar Melayang dari Anggaran, Ke Mana Arah Prioritas?

Senin, 31 Agu 2026 - 07:29 WIB

5 ribu warga menari serempak di Kota Madiun, Sabtu (29/6/2026) malam. Foto-foto : istimewa

Kota Madiun

5.000 Warga Menari Bersama, Kota Madiun Jadi Panggung Budaya

Minggu, 30 Agu 2026 - 06:13 WIB