Debat Kesatu Pilkada Madiun 2024: Paslon Madiun Menyala Ungkap Komitmen Bangun Desa dan Tata Kelola Pemerintahan

- Editorial Team

Selasa, 22 Oktober 2024 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paslon nomor urut 1, Ahmad Dawami-Sandika R. Ferryantiko (Madiun Menyala) saat jumpa pers usai Debat Kesatu Pilkada Madiun 2024 di RM Icha Orient Tarsan, Selasa (22/10/2024).

Paslon nomor urut 1, Ahmad Dawami-Sandika R. Ferryantiko (Madiun Menyala) saat jumpa pers usai Debat Kesatu Pilkada Madiun 2024 di RM Icha Orient Tarsan, Selasa (22/10/2024).

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun menyelenggarakan Debat Kesatu bagi pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Madiun dalam Pilkada 2024, bertempat di RM Icha Orient Tarsan, Desa Ngepeh, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Selasa (22/10/2024). Debat ini mengusung tema tata kelola pemerintahan, penegakan hukum, dan pemberdayaan desa.

Dua pasangan calon yang berkompetisi, yaitu Ahmad Dawami-Sandika R. Ferryantiko (Madiun Menyala) dan Hari Wuryanto-Purnomo Hadi (Harmonis), memaparkan visi, misi, dan program unggulan mereka untuk Kabupaten Madiun lima tahun ke depan.

Paslon nomor urut 1, Ahmad Dawami-Sandika R. Ferryantiko, yang mengusung slogan Madiun Menyala, menegaskan komitmen mereka dalam membangun Madiun dari desa. Calon Bupati Ahmad Dawami, yang akrab disapa Kaji Mbing, menyampaikan bahwa visi-misi mereka menjadi janji yang akan dipegang teguh dan dijalankan dalam pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua yang tertuang dalam visi-misi kami adalah janji politik yang akan kami jalankan. Kalau tidak tertuang di sana, akan sangat sulit untuk direalisasikan. Oleh karena itu, visi-misi ini menjadi pedoman kerja lima tahun ke depan,” ujar Kaji Mbing.

Paslon Ahmad Dawami-Sandhika Ratna Ferryantiko (Madiun Menyala) menyampaikan visi misi dan program unggulan.

Kaji Mbing mengingatkan capaian Desa Mandiri di Kabupaten Madiun sejak 2018, yang saat itu masih memiliki desa tertinggal dan berkembang. Kini, menurutnya, Madiun telah berhasil menghapus status desa tertinggal dan berkembang, dengan total 135 desa berstatus Desa Mandiri.

“Hari ini, kita sudah memiliki 135 Desa Mandiri, dan desa tertinggal serta desa berkembang sudah tidak ada lagi. Ini adalah pencapaian yang harus kita lanjutkan, dan semuanya berdasarkan angka dan data,” tegasnya.

Selain fokus pada pembangunan desa, Kaji Mbing juga menekankan pentingnya menjaga rasa aman masyarakat, khususnya melalui program Kampung Pesilat, yang telah menjadi ciri khas Kabupaten Madiun dalam menjaga kerukunan dan keamanan. Program Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) juga disebut sebagai salah satu langkah konkret yang akan terus dimaksimalkan.

“Kami tetap berkomitmen untuk membangun Madiun dari desa. Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 20% plus akan tetap dilanjutkan dengan mekanisme yang jelas, agar anggaran ini tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Proses penganggaran yang terintegrasi ini akan meminimalisir penyimpangan dan memastikan penggunaan ADD sesuai dengan tujuan,” lanjut Kaji Mbing.

Menanggapi isu penegakan hukum, khususnya terkait pencegahan korupsi, Kaji Mbing menekankan bahwa langkah preventif menjadi fokus utama mereka. Reformasi birokrasi dan sistem yang transparan akan terus diperkuat untuk mencegah praktik korupsi di semua tingkatan pemerintahan.

“Penegakan hukum itu kewenangan Aparat Penegak Hukum (APH), tapi dari sisi kami, yang penting adalah langkah preventif. Kami akan membangun sistem yang kuat dan integritas yang tinggi di pemerintahan, agar kesempatan melakukan korupsi bisa diminimalisir,” tegasnya.

Kaji Mbing juga menyoroti pentingnya fungsi early warning system dalam inspektorat yang bertugas sebagai pengawas, bukan hanya pemeriksa. Fungsi pendampingan dari perencanaan hingga pelaksanaan program dianggap penting untuk memastikan setiap proses berjalan dengan baik.

“Inspektorat akan menjalankan fungsi pengawasan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Sistem ini akan menjadi peringatan dini untuk mencegah penyimpangan. Dengan kolaborasi antara sistem dan integritas, Insyaallah kita bisa mengendalikan risiko korupsi,” tutupnya. (ant/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Golkar Siapkan Hari Wuryanto Dua Periode dan Bidik Kursi Ketua DPRD Kabupaten Madiun
PAW, Agus Prayitno Gantikan Ali Masngudi Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun 
Purnomo Hadi Resmi Nahkodai PKB Madiun, Muhtarom Serah Terimakan Aset
PKB Madiun Punya Nahkoda Baru, dr. Purnomo Hadi Terpilih Jadi Calon Ketua Definitif
Menilik Peluang Sejumlah Nama Kandidat Ketua DPRD Magetan dari PKB
Muscab PKB Madiun: Regenerasi Mengalir, Empat Nama Disiapkan Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Muhtarom
Tolak Pilkada Tidak Langsung, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Tegaskan Sikap Tegak Lurus Konstitusi
Reses di Mojopurno, Ketua Fraksi PKS Kawal Usulan Pembangunan Pasar Desa 

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Jumat, 4 September 2026 - 17:04 WIB

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Berita Terbaru