MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Forkopimda menggelar Deklarasi Pesilat Pemersatu Bangsa di Gedung Padepokan Kampung Pesilat Caruban, Selasa (9/9/2025) pagi.
Acara yang berlangsung pukul 08.30–09.30 WIB itu dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, Danrem 081/DSJ, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan perguruan silat.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa deklarasi ini merupakan komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di Bumi Madiun.
“Alhamdulillah kondisi di Kabupaten Madiun luar biasa. Seluruh komponen masyarakat, termasuk para pesilat, berperan aktif menjaga kondusivitas. Inilah yang harus kita rawat agar daerah tetap aman, nyaman, tentram, dan guyub rukun,” ujarnya.
Menurut Bupati, pascadeklarasi setiap perguruan silat akan saling mendukung dalam kegiatan bersama. “Kalau dulu saat bulan Suro masyarakat sering was-was, sekarang justru menjadi Ayem Suro. Ekonomi lancar, UMKM berani buka usaha. Ini bukti perubahan pola pikir sekaligus hasil kebersamaan,” tambahnya.
Ke depan, lanjutnya, kolaborasi antarpesilat akan diperkuat. “Korlap dari perguruan Winongo bisa ikut menjaga kegiatan perguruan lain, begitu pula sebaliknya. Kabupaten Madiun ini milik kita semua, bukan hanya milik Bupati atau Kapolres, tapi milik masyarakat,” tegasnya.
Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara menambahkan, peran aktif pesilat sangat penting menjaga keamanan wilayah. “Alhamdulillah, kondusivitas di Madiun terjaga berkat kerjasama semua pihak. Ke depan, kami berharap para ketua umum, ketua cabang, hingga murid-murid perguruan silat terus berkontribusi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan potensi kerawanan justru datang dari pihak luar. “Tantangan kita menjaga agar provokator dari luar tidak memengaruhi situasi. Untuk itu, kekompakan pesilat di Madiun menjadi kunci utama,” tegasnya.
Deklarasi ini diharapkan menjadi tonggak baru persatuan antarperguruan silat di Kabupaten Madiun, sehingga suasana aman, damai, dan rukun bisa terus terjaga. (ant/red)






