Harga Tomat Anjlok, Pemkab Madiun Siapkan Skema Serapan Panen Petani Kare

- Editorial Team

Jumat, 3 Oktober 2025 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus memantau pergerakan harga komoditas di pasaran menyusul anjloknya harga tomat saat musim panen. Harga tomat di tingkat produsen kini hanya Rp2.200–Rp2.500 per kilogram, sementara di tingkat konsumen mencapai Rp4.375.

Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, menegaskan pemantauan harga penting untuk langkah antisipasi agar petani tidak merugi sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah. “Setiap minggu harga komoditas kita pantau. Salah satunya untuk mengantisipasi tingkat inflasi,” jelasnya, Jumat (3/10/2025).

Terkait keluhan petani Kare yang hasil panennya belum terserap maksimal, Hari Wur—sapaan akrabnya—menyebut beberapa langkah telah dan akan dilakukan. Salah satunya dengan menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Sebagian hasil panen petani bahkan sudah terserap melalui fasilitasi dinas terkait. “Memang kemarin ada sedikit keterlambatan. Ke depan skema penyerapan hasil panen akan dikoordinasikan lebih baik,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemkab juga menyiapkan terobosan jangka panjang, di antaranya pembangunan pasar hortikultura sebagai pusat pemasaran sekaligus destinasi wisata, kerja sama dengan koperasi desa Merah Putih, serta penyediaan tempat penyimpanan pascapanen agar tomat lebih tahan lama.

Selain itu, Dinas Pertanian akan memetakan potensi lahan sesuai kebutuhan pasar untuk mencegah over produksi. “Petugas penyuluh lapangan (PPL) akan memberikan pengarahan kepada petani tentang jenis tanaman yang sesuai dan potensi serapan pasarnya,” tambah Hari Wur.

Sebelumnya, sejumlah petani di Kecamatan Kare mengaku merugi karena harga tomat anjlok saat panen raya. Mereka berharap Pemkab Madiun serius menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang meminta pemerintah daerah membantu penyerapan hasil panen petani. (ant/red/adv) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir
Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia
3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional
DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas
Bahana Bersahaja di Desa Bener, PLN Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga
Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 
Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi
Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Jumat, 4 September 2026 - 17:04 WIB

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Berita Terbaru