![]() |
| Gelar pasukan aman Suro di halaman Markas Polres Madiun Kota, Sabtu siang, 29 Juli 2023. Foto:Humres Madiun Kota |
NEUMEDIA.ID,
MADIUN – Pesilat dari Persaudaran Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHTM)
mulai melaksanakan serangkaian tradisi Suran Agung, Sabtu sore, 29 Juli 2023. Ratusan
bahkan ribuan pesilat dari beberapa daerah dimungkinkan memadati tempat dipusatkannya
kegiatan tahunan itu di Kota Madiun, Jawa Timur.
Ada beberapa lokasi yang menjadi jujugan
pesilat PSHWTW setiap pertengahan Suro. Pertama, makam pendiri PSHTW Ki Ngabehi
Ageng Soerodiwirdjo atau Eyang Suro di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo,
Kota Madiun.
Kegiatan akan dilanjutkan dengan
tasyakuran warga baru PSHTW atau sah-sahan. Lantas, Minggu pagi besok, 30 Juli
2023, kegiatan silaturahmi dipusatkan di padepokan perguruan silat yang masih
berada di Kelurahan Winongo, Kota Madiun.
Guna menjaga keamanan dan keteriban
selama pelaksanaan Suran Agung, petugas gabungan langsung diterjunkan ke
sejumlah titik. Ini setelah gelar pasukan rampung digelar di Markas Polres
Madiun Kota, siang tadi.
Adapun petugas gabungan itu berjumlah
998 personel yang terdiri dari Polri, TNI dan organisasi perangkat daerah (OPD)
terkait di lingkungan Pemkot Madiun.
“Setelah apel, personel segera
menempati ploting masing-masing, karena pada pukul 16.00, kegiatan ziarah makam
pendiri PSHWTM segera dimulai dan dilanjutkan dengan tasyakuran warga baru
PSHWTM AA II,” kata Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto.
Ia menegaskan agar seluruh peserta
Suran Agung hanya mengirim 10 perwakilan dari masing-masing cabang PSHWTM.
Pembatasan itu merupakan bagian dari maklumat yang juga telah disepakati
pengurus pusat organisasi pencak silat tersebut.
Kendati demikian, pihak kepolisian
bersama elemen terkait lainnya tetap mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu
lintas. Maka, pengalihan arus lalu lintas di ring road barat akan diterapkan esok hari.
Kapolres juga mengimbau agar petugas
keamanan melaksanakan tugasnya secara humanis, tegas, dan terukur.
“Tingkatkan patroli dan antisipasi
kedatangan peserta yang masih menggunakan kendaraan R2 terutama kendaraan yang
menggunakan knalpot brong untuk dilakukan penindakan Tilang,” ia menjelaskan. (*/ofi)







