Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, Tiga Korban Meninggal di Lumajang

- Editorial Team

Sabtu, 8 Juli 2023 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ilustrasi cuaca ekstrem. foto:freepik.com

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID – Badan Meteoroloi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi sejumlah wilayah di Jawa
Timur berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi. Ini meliputi hujan lebat,
tanah longsor, puting beliung, hujan es, dan genangan air.


Potensi bencana alam itu akibat
terjadinya cuaca ekstrem dan diperkirakan berlangsung selama sepekan ini,
terhitung sejak Jumat hingga Kamis, 7 – 13 Juli 2023.


Fenomena ini karena adanya gangguan
atmosfer MJO (Madden Julian Oscilation) , gelombang atmosfer Ekuatorial Kelvin,
Gelombang atmosfer Ekuatorial Rossby).


Dengan adanya gangguan ini
mengakibatkan potensi peningkatan pertumbuhan awan cumulonimbus. Maka, dapat memicu
terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang
sesaat.


Adapun wilayah yang berpotensi terjadi
bencana alam itu, seperti Kota Blitar, Kabupaten Malang, Lumajang, Kota Malang,
Tulungagung, Kabupaten Blitar. Selain itu, Banyuwangi, Jember, Kabupaten Kediri,
Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Kota Batu, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, dan Ponorogo.


Dengan potensi bencana itu, BMKG
mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini melalui
situs resmi.


“Juga memantau informasi peringatan
dini tiga harian dan peringatan dini 2 – 3 jam mendatang di website BMKG Jawa
Timur dan Media Sosial @infobmkgjuanda” tulis BMKG Juanda dalam keterangannya.


Berdasarkan prediksi BMKG itu, bencana
alam ternyata sudah terjadi sejumlah wilayah. Salah satunya, tanah longsor di
Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jumat dini hari, 7
Juli 2023.
Sebanyak tiga
warga meninggal dunia akibat tanah longsor itu.


Kepala
Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi menjelaskan bahwa ketiga
korban ditemukan sudah tidak bernyawa usai rumahnya tertimbun longsor. Tim
berhasil masuk dan melakukan evakuasi terhadap korban terdampak.


“Kami berhasil mengevakuasi tiga korban meninggal
dunia, yang merupakan satu keluarga,” kata Patria dalam keterangannya.


Patria
menambahkan, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan terjadinya longsor
di beberapa titik. Di antaranya, longsor juga terjadi di KM 59 jalur piket nol
Lumajang – Malang.


Pantauan
visual dilapangan memperkirakan panjang longsor sekitar 20 meter dengan
ketinggian 10 meter. Selain itu, longsor juga terjadi di akses jalan menuju
Ranupani. (*/waf/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo, Investasi untuk Generasi Sehat
Didampingi 11 Parpol Koalisi, Maidi-Panuntun Resmi Daftar ke KPU Kota Madiun
Silpa Hingga Rp172 Miliar, Begini Respon FGNS dan FKB DPRD Kabupaten Madiun
Tuban Diguncang Gempa 6.0 M
Bus New Shantika Terjun Bebas dari Jalan Tol di Pemalang Masuk Kejadian Berkategori Berat
Kecelakaan Kereta Api Terus Berulang, Menhub Tegaskan Aspek Keselamatan Paling Utama
Bus New Shantika Terjun Bebas dari Jalan Tol di Pemalang, Dua Meninggal di Lokasi Kejadian
Cegah Korban Saat Cuaca Ekstrem, Perhutani Tutup Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:19 WIB

Aston Madiun Hotel Pererat Sinergi dengan Media Lewat Pool Date Hawaiian Breeze 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:19 WIB

Maknai Idul Adha 2026, BRI BO Madiun Tebar Kepedulian Lewat Penyaluran 24 Sapi dan 26 Kambing Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:40 WIB

BRI BO Madiun Hadirkan Mesin Digital CS, Permudah Pembukaan Rekening Tanpa Antre Panjang

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:41 WIB

BRI BO Madiun Salurkan KUR Rp1,567 Triliun hingga April 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:30 WIB

Peringati Harkitnas dan Milad ke-25, YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan Rp7,2 Miliar Dana Kemaslahatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:43 WIB

Rupiah Melemah, Tren Investasi Emas di BRImo Kian Diminati Masyarakat

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:36 WIB

Perizinan Usaha PT JPC di Kota Madiun Disebut Belum Diperbarui

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:38 WIB

Sengketa Lahan Parkir, PT JPC Digugat Rp5 Miliar 

Berita Terbaru