![]() |
| Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: instagram.com/khofifah.ip |
NEUMEDIA.ID, MALANG – Khofifah Indar
Parawansa menyatakan bakal kembali maju dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilkada)
serentak 2024. Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja di Pondok Pesantren
An-Nur II Al-Murtadlo Malang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (9/12/2023).
“Mohon doa restu panjenengan semua, insyaallah
saya akan maju lagi pada Pemilihan Gubernur Jatim nanti. Mohon doa dan dukungan,
insyaallah saya akan maju lagi pilgub periode dua nantinya,” ucapnya di hadapan
para pengasuh, pengurus, dan santri pondok pesantren tersebut.
Permintaan itu disampaikan Khofifah
karena masa jabatannya sebagai Gubernur Jatim berakhir pada 31 Desember 2023.
Selama memimpin provinsi tersebut, ia didampingi dengan Wakil Gubernur Emil
Elistianto Dardak.
Hingga kini belum diketahui, apakah
nantinya duet keduanya akan berlanjut hingga perhelatan Pilkada tahun depan.
Khofifah hanya mengungkapkan keinginannya untuk meneruskan kepemimpinannya pada
periode kedua. Tentunya, setelah melewati Pilkada yang berlangsung serentak
secara nasional.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga
berpamitan lantaran harus purna tugas sebagai Gubernur Jatim periode 2019-2024.
Sejatinya, masa jabatan Khofifah – Emil akan berakhir pada 13 Februari 2024.
Hal ini sesuai dengan Keputusan
Presiden RI Nomor 2/P Tahun 2019 tentang Pengesahan Pemberhentian Dengan Hormat
Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Masa Jabatan 2014-2019 dan Pengesahan
Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Masa Jabatan 2019-2024.
Namun, berdasarkan ketentuan Pasal 201
ayat (5) UU No. 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 1 Tahun
2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang
Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang.
Regulasi itu menegaskan bahwa Gubernur
dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota
hasil Pemilihan Tahun 2018 menjabat sampai dengan tahun 2023.
Selama kepemimpinannya, ia menyebut
telah banyak penghargaan yang diterima. Totalnya, hingga 717 reward.
Meski demikian, Ketum PP Muslimat NU
ini menegaskan bahwa penghargaan itu hanya bonus. Sedangkan tujuan utama dari
program yang dijalankan untuk kesejahteraan warga Jatim.
“Saya selalu menganggap capaian kerja
kami yang mendapat penghargaan itu sebagai bonus. Total hingga sampai empat
hari yang lalu, tercatat ada 717 penghargaan bagi Pemprov Jatim baik dari dalam
dan luar negeri,” tandasnya.
Mantan Menteri Sosial itu juga mengatakan bahwa seluruh
capaian tersebut bukan hanya melalui kerja keras semata. Namun, juga diiringi
doa dan sedekah.
“Jadi seluruh capaian kita ini bukan sulap. Melainkan
seluruh kerja keras kami iringi dengan doa, yatiman dan salawat. Karena ada
dzat yang Maha Kuasa dan Maha Menentukan Kesuksesan,” ungkapnya. (*/ofi)
Artikel kolaborasi neumedia.id dengan kanalindonesia.com dan diolah dari
berbagai sumber







