![]() |
| Penulisan mashaf untuk menandai 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo. Foto: Humas Gontor |
NEUMEDIA.ID, PONOROGO – Pondok Modern
Darussalam Gontor (PMDG) telah meluncurkan awal penulisan mushaf Al-Qur’an
bersamaan dengan pelaksanaan sujud syukur 100 tahunnya, Rabu (27/9/2023).
Mengutip sentraquran.co.id, mushaf adalah salinan
fisik Al-Qur’an yang dibuat mesin cetak atau ditulis tangan. Mushaf yang
dihasilkan itu memiliki hal istimewa. Setelah diamati lebih dalam, setidaknya
ada dua hal yang unik dari mushaf ini.
Pertama, sebagaimana diapresiasi Kepala Lajnah Pentashihan
Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Ustaz Abdul Aziz Sidqi, mushaf Al-Qur’an ini akan
menjadi yang pertama ditulis oleh pesantren.
“Yang menerbitkan mungkin sudah banyak, tapi yang menulis
sendiri dengan mushaf standar Indonesia dan akan mencetaknya ini baru Gontor
pada umur ke 100 tahun ini,” ungkap Ustaz Abdul Aziz Sidqi melalui keterangan
tertulis yang diterima Neumedia.id, Jumat (20/10/2023).
Keistimewaan yang kedua, mushaf tersebut akan ditulis oleh seorang
khattat. “Itu suatu kelebihan, karena ia akan istikamah menulis di sini dan
seni khatnya tidak tercampur-campur,” ungkapnya.
Mushaf Gontor ini akan ditulis oleh ustaz Muhammad Nur yang
telah mendapatkan ijazah pada khat naskhi dari kaligrafer Maroko, Syeikh Belaid
Hamidi. Muhammad Nur menerangkan ada dua hal yang harus dipersiapkan.
Pertama, persiapan lahir dan batin atau fisik dan nonfisik.
Dalam sisi nonfisik, Muhammad Nur menekankan pentingnya niat penulisan sebagai
ibadah lillahi ta’ala.
Ia juga menyampaikan bahwa penulisan ini telah menjadi
amanah Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. “Harapannya, dapat menjadi
legasi atau warisan bagi generasi yang akan datang,” ungkapnya.
Dalam pelaksanannya, Muhammad Nur dibantu oleh tim yang akan
mendukung persiapan lahir seperti alat tulis, peralatan digitalisasi master,
tim pentashihan internal, tim dokumentasi dan persiapan teknis lainnya. Dengan
demikian, ia dapat lebih fokus dalam mempersiapkan mental dan spiritual.
Lebih lanjut, Abdul Aziz Sidqi juga mengapresiasi pilihan Gontor
untuk menulis mushaf ini sesuai dengan standar Indonesia. “Oleh karena itu
insyaallah akan kami kawal sampai selesai, dalam arti sampai proses
pentashihannya selesai,” kata beliau.
Bentuk nyata dukungan ini salah satunya terwujud dalam
fasilitasi LPMQ bagi tim mushaf Gontor untuk pelatihan digitalisasi mushaf
bersama Ustadz Saifuddin El-Cavi dari Forum Pelayan Al-Quran (FPQ) yang
dilaksanakan tepat setelah launching penulisan mushaf Gontor.
Keistimewaan ketiga dari Mushaf Gontor ini adalah hasil dari
digitalisasi master mushaf akan dikembangkan menjadi font jenis naskhi. Hal ini
untuk memperkaya jenis font Arab yang sudah ada.
“Dengan demikian, manfaat dari proses penulisan mushaf ini
dapat dirasakan lebih luas lagi oleh seluruh umat di Indonesia, bahkan dunia,”
kata Ustaz Hakam Ar Rosyada, Wakil Ketua II Panitia Penerbitan Mushaf Al-Qur’an
Gontor yang concern dalam digitalisasi master mushaf Gontor.
Merasa Diamanati Umat
Penulisan mushaf Gontor ini dilakukan Pondok Modern
Darussalam Gontor karena merasa teramanati dan dititipi oleh umat Islam untuk
menegakkan Al-Qur’an. Demikian disampaikan Pimpinan PMDG K.H. Hasan Abdullah
Sahal.
Sebagaimana diketahui, salah satu syarat yang tercantum
dalam Piagam Penyerahan Wakaf PMDG adalah “Bahwa Pondok Modern harus
menjadi sumber pengetahuan agama Islam, bahasa Al-Quran/Arab, ilmu pengetahuan
umum dan berjiwa pondok.”
Ustaz Kholid Muslih, ketua panitia penulisan mushaf Gontor
menjelaskan bahwa untuk menjadi pusat pengajaran Bahasa Al-Qur’an, tentunya harus
memulainya dengan perhatian terhadap Al-Qur’an itu sendiri dalam sisi tulisan
maupun dalam sisi bacaan.
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa dari segi tulisan, di
Gontor sudah ada ada materi tentang imla dan Al- Khattul ‘Arabiy.
Untuk yang terakhir, kemudian dibentuk satu lembaga khusus
yang disebut dengan Markazul Khattul ‘Arabiy. “Puncak dari pada Al-Khat
Al-‘Arabiy sebenarnya itu adalah penulisan Al-Qur’an,” kata Ustaz Kholid Muslih.
Penulisan mushaf Al-Quran ini direncanakan akan selesai pada
akhir 2025 dan dapat mulai dicetak pada 2026. (*/ofi)







