NEUMEDIA.ID,MADIUN – PT Kereta Api Indonesia
atau KAI (Persero) kembali mengoperasikan kereta kesehatan atau Rail Clinic
dan layanan kereta Pustaka (Rail Library) setelah vacum akibat pandemic Covid-19
beberapa waktu lalu. Pelayanan secara gratis mulai dijalankan di wilayah Daerah
Operasi (Daop) 8 Surabaya di Kota Surabaya pada Kamis, 21 September 2023.
Kemudian pada hari kedua, pelayanan dilangsungkan di Stasiun
Caruban, Kabupaten Madiun yang masuk wilayah Daop 7 Madiun, Selasa, 26
September 2023. Sebanyak 200 orang diundang untuk mendapatkan pemeriksaan
kesehatan di dalam Rail Clinic.
“Mereka warga di sekitar Stasiun
Caruban dan pelayanan kesehatan yang kami berikan meliputi pemeriksaan gigi,
pemeriksaan kandungan, dan pemeriksaan kesehatan secara umum,” kata Manajer
Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto di sela kegiatan.
Menurutnya, dalam pelayanan
kesehatan itu pihaknya melibatkan petugas medis dan paramedis dari PT KAI.
Mereka terdiri dari tiga dokter umum, dua dokter gigi, dua bidang, dua
apoteker, dan delapan paramedis.
Dalam kesempatan itu, petugas
kesehatan juga memberikan obat sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan
kepada warga. Apabila memang ditemukan adanya indikasi penyakit yang
mengharuskan dirawat lebih lanjut, maka rujukan akan diberikan. “Kalau hasil
diagnosanya memang harus dirujuk, maka rujukan akan kami berikan,” ujar
Supriyanto.
Selain melakukan pemeriksaan, pihak
PT KAI juga memberikan alat bantu penglihatan atau kacamata secara gratis
kepada 26 siswa sekolah dasar di dekat Stasiun Caruban. Dalam kegiatan Bakti
Sosial yang merupakan serangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 PT KAI itu
juga diberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat.
Adapun layanan Rail Library
dapat dimanfaatkan bagi anak-anak maupun orang dewasa yang datang ke Stasiun
Caruban saat kegiatan berlangsung. Fasilitas yang diberikan seperti ratusan
buku bacaan dan perpustakaan elektronik.
“Rail Library merupakan layanan perpustakaan di atas
kereta, dimana didalamnya terdapat taman baca bagi siswa sekolah, juga edukasi
tentang perkeretaapian,” Supriyanto menambahkan. (ofi)







